Rabu, 27 Agustus 2008

Album musikku sebentar lagi rampung.

Didalamnya terdapat lagu-lagu ciptaanku sendiri dan juga lagu-lagu ciptaan tman-temanku. Sebagian terdiri dari musik instrument, soalnya kalo di bikin pake vokal malah bikin kacau musik yang ada. Sebagian lagi dimainkan dengan musik + vokal, itupun masih vokal cabutan karena untuk menyeseuaikan dengan karakter lagu yang diciptakan. Album ini juga bisa dikatakan sebagai album kompilasi karena lagu-lagu yang diciptakan banyak dibuat oleh para teman dan kerabat terdekatku. Peranku disini sebagai arranger musiknya serta memperbaiki lagu-lagu tersebut supaya lebih enak.

Secara keseluruhan dimainkan oleh Pluster Band yang personilnya masih dalam tahap bongkar pasang, apalagi vokalisnya. Sebagian lagu dinyanyikan oleh aku sendiri, sebagian lagi oleh orang lain. Vokalisnya juga disesuaikan dengan karakter lagu, kalo cewek dianggap cocok untuk nyanyiin maka kupilih cewekbegitu juga sebaliknya.

So tunggu aja....
Sekalian kita sharing sapa tau ada yang minat untuk menggunakan lagu-lagu tersebut untuk urusan comersial, bisa aja diatur nanti....

Kamis, 01 November 2007

Omongin Musikalisasi Puisi Yuuuk....!!!!

Kita semua pasti pernah mendengar tentang musikalisasi puisi kan...?

Puisi yang dinyanyikan, puisi yang di lagukan, puisi yang diiringi dengan lagu, lagu yang mengiringi puisi, aaaaaaahhhhhh..... apalah namanya....!!! Yang pasti saya sendiri punya tanda tanya besar seputar musikalisasi puisi. Sebagai orang musik saya memang merasa tertantang dengan adanya hal tersebut, tapi tidak seru kalau saya teriak-teriak dengan pendapat saya, tapi tidak ada seorangpun yang mau peduli....

Jadi bagi siapa saja yang ingin menyumbangkan pikirannya mengenai musikalisasi puisi langsung aja posting di sini, kita debat habis-habisan biar segala macam hal tentang musikalisasi puisi menjadi jelas dan diharapkan menghasilkan sebuah standarisasi musikalisasi puisi yang dapat digunakan oleh semua pecinta sastra, musik dan khususnya musikalisasi puisi.

Kerancuan dan Kebingunan Musikalisasi Puisi

Dalam perkembangannya musikalisasi puisi banyak diartikan sebuah puisi yang dimainkan atau diapresiasikan dengan musik. Tapi, apresiasi yang seperti apa...???

Ada beberapa rujukan tentang itu seperti yang ditulis oleh saudara Sony Farid Maulana tulisannya
Sapardi, ”Gadis Kecil,” dan Musikalisasi Puisi. Pertama, musikalisasi puisi itu adalah cara baca puisi dengan seluruh tafsirnya dalam bentuk musik yang tidak melibatkan suara manusia di dalamnya. Kedua, bahwa musikalisasi puisi itu adalah cara baca puisi dengan seluruh tafsirnya yang dilagukan oleh manusia dengan iringan musik yang pas, yang senyawa dengan isi puisi. Untuk kedua pendapat di atas saya mengatakan tidak salah, tapi apakah masih terlalu mudah untuk menyatakan bahwa musikalisasi puisi adalah seperti itu. Merujuk pada pendapat yang kedua -kita sebut saja puisi yang dilagukan- entah kenapa rasanya saya kurang dapat memberikan respon yang lebih baik dari orang lain. Selalu saja terdapat kekurangan apabila saya mendengar sebuah puisi yang dilagukan -dengan iringan musik ataupun tidak-. Pengertian seperti ini serasa sangat sempit dipikiran saya, bukan karena bagus atau tidak bagus suatu penampilan sebuah musikalisasi puisi tapi lebih cenderung ke arah harmonisasi musik terhadap puisi dan penghargaan terhadap suatu puisi.

Harmonisasi Musik
Kita tau bahwa harmonisasi dalam sebuah musik sangatlah penting. Begitu pula dalam musikalisasi, harmonisasi nada-nada yang dimainkan sangat berpengaruh dalam membentuk ruh puisi. Perlu kita ingat bahwa musikalisasi merupakan cara mengapresiasikan puisi melalui media musik. Musik sebagai pengantar maksud dan isi dari sebuah puisi.
Dalam seni musik terdapat sistem dan aturan yang jelas. Sistem dan aturan tersebut antara lain berupa nada-nada yang dapat di standarisasikan, lambang-lambang yang merupakan penjelmaan dari bentuk nada, dan lain sebagainya. Dengan adanya sistem tersebut maka seni musik dapat hampir dikatakan sebagai ilmu pengetahuan sempurna -dalam aturan manusia- sehingga dapat dikatakan bahwa musik sudah menjadi bidang ilmu yang dapat berkembang dan dapat di apresiasikan sedemikian rupa. Berbeda dengan puisi. Belum ada sistem yang dapat dijadikan standarisasi, baik dalam penulisan, pembacaan dan lain sebagainya. Dapat dikatakan keberadaan puisi pada saat ini masih dalam bentuk yang luas.
Melihat dari pemaparan diatas -menurut pendapat saya- harmonisasi dalam musikalisasi puisi dapat dikatakan optimal apabila dalam kedua unsur musikalisasi, yaitu musik dan puisi mempunyai keseimbangan atau kesetaraan sistem atau aturan. Tapi semua ini tentunya memerlukan suatu kajian yang sangat mendalam.

Yang terpenting dari semuanya itu adalah RASA. berpegangan pada point tersebut maka bagaimanapun musikalisasi puisi di apresiasikan, semuanya akan kembali kepada yang merasakan musikalisasi puisi tersebut. Bagus atau tidaknya bersifat relatif. Karena seperti itulah TUHAN menciptakan semuanya dengan seni agar kita semua bisa berfikir...berfikir...dan terus berfikir.... Betapa indahnya cipataan Tuhan.

Art is my world....

Sabtu, 22 September 2007

My Music

Bagiku musik adalah luas dan universal. Bahkan suara hati yang paling terdalam pun -bagiku- juga merupakan sebuah musik. bagaimana tidak, saat kita merasa nyaman artinya seolah-olah nyanyian kenyamanan sedang memecah buncah di telinga dan pikiran. Begitu pula sebaliknya.